SEJARAH KEPENDIDIKAN (Sejarah Pendidikan Cina era zaman Klasik)
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah Pendidikan di Cina diawali dengan lahirnya peradaban Cina yang
sangat terkenal hingga mendunia. Pendidikan di Cina pada zaman dahulu sudah bisa
dibilang tertata rapi dan memiliki sistem yang baik untuk ukuran pendidikan
peradaban era klasik. Awal mula pendirian lembaga pendidikan di Cina khususnya
era kaisar Cina dilatar belakangi oleh para bangsawan yang sering kali
mendirikan lembaga pendidikan untuk anak-anak mereka, anak-anak pada bangsawan
Cina diberikan pendidikan dengan pembekalan disiplin ilmu-ilmu dasar seperti
ilmu hitung, ilmu membaca, serta menulis aksara Cina. Ada juga siswa yang
dibekali untuk ilmu perang untuk pembentukan Ujian Kekaisaran yang diadakan
oleh pihak Kerajaan, Ujian Kekaisaran ini diadakan karena dilatar belakangi
oleh beberapa faktor dimana Cina yang memasuki periode negara berperang, perang
ini ditimbulkan oleh suku bangsa Han dari utara untuk memperluas wilayah kekuasannya.
Ketika pada awal kekaisaran tapatnya pada Dinasti Tang, Dinasti ini sangat
berperan penting dalam perombakan sistem pemerintah Cina yang pada awalnya
bersistem Aristokrat (memerintah oleh yang terbaik yang memumpuni yang dianggap
bisa memimpin golongan). Kepemerintahan Meritokratis (dimana pemilihan ketua
yang dipilih karena kemampuan prestasi, bukan dari kekayaan, senioritas, dan
segala aspeknya).
Pendidikan Pada Zaman Cina Kalsik juga memiliki peranan yang penting.
Pendidikan zaman Cina klasik dianggap sebagai simbol kekuasaan yang luhur.
Kepemimpinan kaisar yang bersifat Meritokratis (dipilih ata kapandaian dan
kecerdasan) menjadikan masyarakat Cina pada zaman dahuly berlomba-lomba
menyekolahkan anak mereka agar bisa menjadi orang yang memiliki jabatan atau
orang yang penting dalam lingkungan kerajaan.
Pada zaman Cina klasik berpendidikan merupakan suatu yang dijadikan
pembanding strata sosial dalam berkehidupan, dalam persepsi orang Cina
pendidikan pada zaman dahulu menjadi pembanding dalam bidang finasial dan
ekonomi. Banyak yang menjadi pegawai dan jabatan kerajaan ketika zaman Cina
klasik yang berpendidikan tinggi. anak yang memiliki pendidikan tinggi akan
memperoleh kebutuhan ekonomi yang lebih baik daripada anak yang tidak pernah
mengenyam bangku pendidikan.
1.2 Permasalahan
1. Falsafat Cina sebagai awal mula pendidikan di
Cina.
2.
Ciri-ciri Pendidikan pada masa Cina Klasik.
3.
Penyelenggaraan Pendidikan Masa Cina Klasik.
4.
Pembagian Sistem Pendidikan Masa Cina Klasik.
5.
Munculnya Aliran Lao Tse.
6.
Ajaran Konfusius (Kong Fu Tse).
1.3 Tujuan
1.
Mengenal Sekilas Tentang Filsafat Cina sebagai dasar Pendidikan Cina Zaman
Klasik.
2.
Mengetahui bagaimana ciri-ciri dari pendidikan Zaman Cina Klasik.
3.
Mengenal Sekilas Penyelenggaraan Pendidikan Zaman Cina Klasik.
4.
Mengerti tentang pembagian sistem Pendidikan Zaman Cina Klasik.
5. Mengenal sekilas tentang Aliran Lao Tse.
6.
Mengenal Sekilas apa itu Ajaran Konsufiusme.
BAB 2
PEMBAHASAN
1.
Filsafat Cina Sebagai Dasar Pendidikan Cina
Dinasti Han bertahta pada tahun 206 SM-220 SM
dicatatkan sebagai Dinasti terbesar dalam sejarah kekaisaran Cina. Dinasti Han
menjadi Dinasti pertama sekaligus terbesar dalam sejarah Sejarah Kekaisaran
daataran Cina. Sumber sejarah dari Dinasti Han ini didapatkan oleh para ahli
dari literatur lama yang dikumpulkan dan diperbaiki kembali agar bisa terbaca.
Kenapa literatur mengalami perbaikan kembali, hal ini dikarenakan aliran
filsafat kuno dihancurkan dan diberantas oleh pemerintah setelah Dinasti Han.
Pada masa Dinasti Han ajaran konfusianisme menjadi pondasi dasar dalam sistem
pendidikan Cina pada zaman klasik, Konfusianisme menjadi aliran falsafah
terkemuka yang dipakai bahkan sampai ajaran seluruh Asia Timur seperti Jepang.
Pada Dinasti Han inilah masyarakat Tionghoa memiliki dasar yang kuat, banyak
sekali masyarakata pada Dinasti Han yang belajar tentang Konfusianisme sebagai
ilmu pengetahuan dasar. Orang-orang Tionghoa juga mengajarkan aliran
Konfusiusme kedaratan lain dluar negara Cina. Di nengeri Cina sendiri
pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat
hal ini dikarenakan masyarakat cina menganggap bahwa ajaran Konsufiusme sejalan
dengan perkembangan pendidikan yang ada didataran Cina pada masa Klasi, bahkan
pendidikan menjadi alat pengantar bagi ilmu Filsafat Cina yang berkonsep
mengutamakan etika.
Anggapan ini mengakibatkan para ahli
mengambil kesimpulan bahwa pada zaman klasik pendidikan di Cina membantu
kembali popularitas ajaran filsafat Kung Fu Tse didalam kehidupan masyarakat
Cina Klasik. Ajaran-ajaran Konsufius ini dapat dilihat dari para masyarakat
yang bisa menerima kembali ajaran Konfusiusme dalam berkehidupan masyarakat,
ajaran Konfusiusme juga didukung dengan berdirinya Kekaisaran Dinasti Han yang
memiliki dasar ajaran Konfusiusme dalam sistem pemerintahannya. Dalam ajaran
Konfusiusme mengajarkan bahwa pendidikan begitu penting bagi kehidupan, seperti
yang dituturkan oleh Hsun Tse “Belajarlah terus menerus sampai mati dan hanya
Kematianlah yang bisa menghetikannya”. Dalam kalimat ini banyak sekali tafsiran
para ahli dan juga masarakat Cina pada zaman tersebut, namun penjabaran yang
paling terkenal dari kalimat tersebut adalah pengertian Belajar merupakan
sesuatu yang dilakukan hingga akhir hayat, dan hasil dari proses belajar akhir
hayat ini berupa jabatan yang tinggi. pada masa ini juga Cina telah
memberlakukan sistem status kegiatan pembelajaran dalam masyarakat agar lebih
tertata.
Dalam Konteks mengenai falsafah pendidikan di
Cina, sistem pendidikan dan dasar sistem pendidikan Cina tidak bisa dilepaskan
dari ajaran Konfusianisme. Seperti yang sudah dituturkan diatas, Aliran
Konfusius tidak bisa dipisahkan dari pendidikan Cina zaman klasik, karena
ajaran inilah yang memberikan dasar-dasar dalam membentuk dan mengatur sistem
pendidikan Cina pada zaman klasik. Khususnya pada zaman Dinasti Han. Dalam
ajaran Konsufusianisme pendidikan diumpamakan seperti mesin yang mengemudi
dalam dunia kebenaran, menuntut pendidikan haurs dikejar terus menerus hingga
kematian menjemput karena ilmu tidak akan habis oleh lekangan waktu dan ruang.
Pernyataan-pernyataan Konfusiusnisme
diperkuat dengan ajaran agama asli orang Cina, yaitu Kong Hu Cu yang diaanggap
sebagai agama masyarakat Cina yang memiliki keterkaitan erat dengan ajaran
Konfusiusnisme. Ajaran Kong Hu Cu menjadi kepercayaan yang erat bagi masyarakat
Cina sehingga membawa doktrin bahwa ajaran Kong Hu Cu sangat menghargai ilmu
pengetahuan, dari sinilah munculah pendidikan sebagai suatu yang sangat penting
dalam kehidupan masyarakat Cina. Anggapan pendidikan ini memberikan dampak
pengaruh yang sangat besar dan signifikan dalam sistem masyarakat Cina. Segala
aspek yang berhubungan dengan pendidikan mendapat tempat-tempat yang sangat
istimewa dalam masyarakat Cina.
Ajaran Konfusiusisme muncul dan memiliki masa
ke-emasan pada masa Dinasti Han, ajaran Konfusius juga menjadi dasar pondasi
politik Kaisar Dinasti Han membuat mau tidak mau Pemerintah harus menjalankan
roda politiknya sesuai dengan ajaran Konfusiusnisme dengan sikap benar. Sikap
ini ternyata terbawa sampai jaman sekarang bahwa orang Tiongkok yang lebih
mementingkan pendidikan diats segala-galanya hingga menciptakan pemahaman baru,
pemahaman baru ini telah melahirkan sebuah filosofi orang Tiongkok mengenai pendidikan.
Pendidikan menjadi penjaga penguasa wilayah Cina dan sumber ilmu pengetahuan
menjaga kesejahteraan bagi rakyat-rakyatnya inilah filosofi yang dilahirkan
dalam ajaran orang Tiongkok.
Namun ketika penyerbuan bangsa asing dari
barat, sistem pendidikan Cina ini ditumbangkan dan diganti dengan sistem
pendidikan dari bangsa barat. Bangsa asing merubah sistem pendidikan Tiongkok
kuno. Pendidikan Tiongkok kuno sangat lama bertahan di Cina sejak berdirinya
Dinasti Han hingga kedatangan Bangsa dari barat.
Pada era Dinasti Han berkuasa lembaga
pendidikan yang didirikan oleh para bangsawan melahirkan banyak sekali
sarjana-sarjana terkemuka, para sarjana ini sudah memiliki tugas dari negara
untuk menggantikan dan meneruskan kepemimpinan Dinasti Han, maka dari itu
panjangnya umur Dinasti Han karena dipilih dan diteruskan oleh
generasi-generasi berpendidikan yang memiliki benyak bekal ilmu pengetahuan,
hal ini lah yang menjadikan Dinasti Han menjadi lama bertahta hingga masuknya
bangsa barat ke Cina. Pentingnya pendidikan bagi masyarakat Tiongkok memberikan
dampak yang sangat besar terhadap pengaruh sistem masyarakat Tiongkok, segala
yang berhubungan dengan ilmu pendidikan akan dikait-kaitkan dengan intalasi
negara dan lingkungan kerajaan, sehingga orang yang berpendidikan tinggi akan
dipandang sebagai seorang yang bermatabat dan disegani dalam strata sosial
masayarakat.
Ada juga satu golongan pelajar yang telah
menempuh sistem ujian negara berbasis kerajaan, nama golongan ini disebut
dengan kaum Gentry. Kaum Gentry ini dipilh dan dan seleksi oleh pihak kaisar
kerajaan dengan pelatihan yang cukup keras seperti latihan fisik, ada juga yang
menggunakan sistem ujian berbasis ilmu pengetahuan yang dikeluarkan oleh negara
dengan keketatan yang tinggi. dimasa Dinasti Han Kaum Gentry mendapat posisi
yang istimewa didalam istana kekaisaran, Kaum Gentry akan berada disamping
kaisar sebagai penasihat, pegawai pemerintah, atau penjaga keamanan kaisar.
Kebudayaan Cina yang berkembang di daratan
Cina berkembang secara mandiri tanpa ada percampuran budaya dengan bangsa lain.
Meskipun Cina pernah dimasuki bangsa asing, namun keaslian budaya Cina masih
tetap terjaga karena begitu kuatnya pengaruh Konfusianisme dalam rakyat
Tiongkok. Unsur-unsru budaya asing tidak mengurangi keaaslian budaya
Orientalnya. Begitupun dengan sistem pendidikannya, sistem pendidikan yang ada
di Cina memiliki ciri khas yang berbeda dengan budaya-budaya lain. Sistem
pendidikan di Cina tidak ditemukan di wilayah lain karena kemandirian budaya
yang diciptakan oleh masyarakat Tiongkok.
Pendidikan di memiliki aspek, dan tujuan yang penting:
A.
Pendidikan Anak yang dapat di berikan dalam keluarga, namun ada juga
pendidikan Anak-anak yang diserahkan kepada Instalasi Negara.
B.
Tujuan Pendidikan Cina serta cita-cita para masyarakat Cina adalah memahami
ajaran Lao Tse dan Konfusiusme.
2.
Ciri-ciri Pendidikan pada masa Cina Klasik.
Beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat dari peninggalan pendidikan masa Cina
klasik antara lain:
A.
Pendidikan tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan Agama. Namun,
lebih percaya kepada tradisi dan penerapan kehidupan yang praktis. Dalam hal
tata krama, pendidikan Cina mengajarkan untuk menghormati Roh Leluhur dari pada
pendeta Agama.
B.
Yang berhak wajib mengadakan pendidikan dasar adalah keluarga, dan beberapa
Instalasi Negara. Namun untuk jenjang yang lebih tinggi pihak yang berhak
menyelenggarakan adalah dari Negara.
C.
Tujuan Pendidikan pada masa Cina Klasik berfokus kepada perbaikan diri
Individu seperti: cara menjadi kepala keluarga yang baik, di didik menjadi
pegawai yang rajin, mengajarkan cara menjadi anak-anak yang patuh, cara menjadi
warga negara yang jujur dan berbakti kepada dinasti, serta pendidikan militer
yang mendidik peserta menjadi gagah dan berani.
3.
Penyelenggaraan Pendidikan Masa Cina Klasik.
A.
Pendidikan di Rumah
Di
berikan kepada anak-anak ketika belum masuk usia sekolah. Diberikan pada anak
umur 6 tahun pembelajaran diberikan dari guru panggilan yang dibawa kerumah
untuk mendidik anak (bagi yang bangsawan). Untuk masyarakat yang berkelas
rendah akan mendidik anak mereka secara mandiri di lingkungan keluarga.
Biasanya guru panggilan akan mengajarkan ilmu dasar kehidupan seperti pengenalan
angka (berhitung) dan Pengenalan Huruf (membaca).
B.
Pendidikan Pada Masa Sekolah
Ketika
anak sudah menginjak umur 10 tahun, anak akan dikirim kelembaga pendidikan
berbasis negara yang berada dibawah naungan kerajaan. Dalam pembelajaran
lembaga Pendidikan Negara anak akan mendalami materi: berhitung, menulis,
membaca, bermusik, dan menari.
C.
Pendidikan Untuk Memeperoleh Kepegawaian
Ketika
anak menginjak masa hampir dewasa, anak akan menentukan jalan pilihannya. Tetap
melanjutkan pendidikan untuk memperoleh jabatan negara atau berhenti dan
bekerja menjadi orang biasah. Dari sinilah pendidikan kepegawaian diadakan
untuk memperoleh tenaga kerja dengan lulusan yang berkualitas. Jika seseorang
ingin menduduki jabatan tertentu maka harus bersekolah disini.
Pendidikan
Kepegawaian merekrut lulusan tidak serta merta diambil, namun harus ada ujian
yang ketat berbasis kerajaan untuk menyaring murid yang berkompeten. Ketika
peserta sudah masuk dalam lembaga pendidikan ini masa tempuh pendidikan selama
3 tahun dan setiap 3 tahun sekali akan diadakan ujian seleksi untuk
pengangkatan petugas jabatan negara. Ada juga ujian yang ditujukan untuk
kenaikan pangkat yang lebih tinggi yang harus ditempuh oleh peserta didik.
Namun
sayangnya pendidikan pada zaman Cina klasik ini masih diperuntukan untuk kaum
bangsawan dan beberapa masyarakat yang memiliki finansial yang tinggi. haal ini
menyesuaikan dengan sifat pendidikan zaman cina klasik yang serba mahal.
4.
Pembagian Sistem Pendidikan Masa Cina Klasik.
Pada masa zaman Cina Klasik sistem pendidikan dibagi menjadi 3:
A.
Infant School (Shu)
Pendidikan
untuk lembaga ini dipilih berdasarkan peserta didik. Peserta didik golongan
bangsawan bisa menempuh pendidikan dan harus berusia 7 tahun. Dalam tingkatan
ini pendidikan mengajarkan pengetahuan praktis terutama dalam menjalankan
kehidupan sehari-hari seperti bagaimana menghormati orang yang lebih tua, makan
dengan cara sopan, berbicara menggunakan bahasa halus, berhitung, dan membaca
buku.
B.
Lower School (Hsiao Hsueh)
Pada usia
16-24 tahun terutana pria, umumnya memsuki tingkatan pendidikan yang lebih
tinggi lagi. Pada usia ini peserta didik dibagi menjadi 2 tingkatan yaitu
pertama bagi golongan Kerajaan yang disebut Pi’yin dan golongan dari Bangsawan yang
berasal dari penguasa daerah yang disebut Pi’an Kung. Pembelajaran yang
diajarkan dalam sekolah ini meliputi:
1.
Pendidikan Moral, diajarkan bagaimana sesorang berpikir benar dan tulus.
Tujuan pembebelajaran ini untuk pengendalian dalam diri dan menjaga etika dalam
bertata sosial untuk kelas bangsawan.
2.
Pendidikan Intelektual, didalamnya mempelajari 6 jenis disiplin kesenian.
Meningkatkan etika bertingkah laku yang masih diperlukan, mengasah pengetahuan
dan keterampilan lanjutan terutama untuk meningkatkan potensi dan keahlian
diri, serta mempeluas ilmu pengetahuan yang diperoleh.
3.
Pendidikan Fisik, pendidikan ini diberikan untuk menjaga ketahanan fisik
dan juga membekali peserta didik dengan ilmu beladiri yang diajarkan dalam
kalangan kelas atas. Untuk lebih memperdalam tingkatan pendidikan fisik akan
diajarkan pada tingkat Hsiao Hsueh yang sudah memncapai tahap akhir.
Bagi masyarakat Tiongkok guru mempunyai
kedudukan yang sangat mulia, guru adalah perwakilan dan merupakan utusan dari
Tuhan. Guru mengemban tugas untuk membawa keinginan Tuhan dan membawa kembali
manusia kedalam jalan yang benar. Ada 3 nilai penting penghormatan bagi
masyarakat Tiongkok:
1.
Orang Tua yang telah melahirkan.
2.
Guru yang mengajarkan kita ilmu dunia.
3.
dan Raja yang memberi makanan, tempat tinggal, dan kesejahteraan.
Jadi 3 aspek ini menjadi sosok orang yang
sangat dihormati dan dijunjung tinggi dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok.
5.
Mengenal sekilas tentang Aliran Lao Tse.
Lao Tse merupakan orang yang lahir pada tahun
604 SM, Lao Tse lahir ketika Cina timbul dalam kekacauan politik yang sangat
buruk. Lao Tse merupakan orang yang sangat pandai dalam ilmu Mistik dan Sihir.
Ajaranya disebut aliran Tao yang memiliki arti (Jalan Tuhan atau Sabda Tuhan).
Dalam konsep Aliran Tao manusia harus berjalan selaras dengan Tao, Manusia yang
bisa hidup beriringan dengan Tao harus mampu berjalan selaras dengan Tao,
dengan mengndalikan hawa nafsunya, serakah, dan dapat mendengar suara Tao dalam
hatinya sendiri. Menurut ajaran Tao perang hanya akan membawa kehancuran dan
binasa serta dapat memusnahkan manusia, dan untuk mencapai kebahagian hidup
perang bukan jalan yang tepat untuk meraihnya.
Ajaran Lao Tsu sering dikenal dengan ajaran
Taonisme, merupakan ajaran spiritual yang paham dan lahir di dataran Tiongkok
dan telah mengalami perkembangan dan penyesuaian dengan budaya lokal (Cina)
selama ribuan tahun. Taonisme dikembangkan oleh Lao Tzu dengan berpedoman kitab
sucinya yang bernama Kitab Tao Te Ching yakni kitab yang berisi tentang jalan
kebenaran menujuj Tuhan. Kitab ini adalah kitab Aliran Spiritual yang sangat
rumit, ditulis dengan aksara Cina Kuno yang terdiri dari 5.250 huruf.
Penulisan Kitab Tao Te Ching diawali dengan
kisah masa tua Lao Tsu meninggalkan negaranya yang bernama Chu dan hendak
mengasingkan diri menjadi pertapa. Dalam perjalanannya menuju pertapaan Lao Tzu
dihadang di pintu gerbang Hsien Ku oleh sorang pria bernama Yin Hsi di perbatasan
negara Chin. Yin Hsi sanga mengenali Lao Tzu sebagai pria yang sangat suci,
lalu Yin Hsi meminta untuk menulsikan wejangan suci Lao Tzu dalam sebuah kitab.
Lao Tzu pun menyanggupinya dan menuliskan wejangannya dalam sebuah kitab,
selang 3 hari kemudian Lao Tzu telah menyelesaikan kitabnya dan memberikan
kepada Yin Hsi untuk dipelajari.
6.
Konfusius ( Kong Fu Tse), 551-497 SM
Konfusius dalah ilmu yang mempalajari Etika
(Etik, Filsafat, Keasusilaan, Ilmu Keasusilaan, Ilmu baik dan buruk), yang
mengajarkan ilmu-lmu praktis yang dilakukan sehari-hari dalam kehidupan.
Menurut ajaran Konfusius manusia harus
bertindak sesuai dengan kodratnya masing-masing. Manusia harus memiliki
kesadaran diri yang penuh terhadap lingkungannya serta menjalankan tugas dengan
sebaik mungkin (baik sebagai Raja, Pasukan, Pegawai Kerajaan, Guru atau yang
lain). Orang yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi harus memegang teguh pemahaman
Yen (dapat meraba hati dan mengayomi terhadap orang yang derajatnya lebih
rendah dari dirinya, dengan memberikan rasa kasih sayang dan kemanusiaan).
Ada juga istilah Hiao, dimana ada kebijakan
hidup yang nilainya paling tinggi. Hiao mengatur hubungan dan tata krama
didalam kekeluargaan antara anak dengan orang tua, pegawai dengan Raja, dan
juga etika terhadap sesama teman dan lain sebagainya. Dengan penerapan prinsip
seperti ini maka negara akan tertata dengan rapi dan tentram serta man dan
damai, tehindar dari bencana, karena setiap orang mampu menjaga tata perilaku
dan etika dalam bermasayarakat.
Didalam ajaran Konfusiusme juga mengajarkan
masyarakat untuk menjaga peraturan dan menaati etika serta larangan-larangan
yang dibuat oleh nenek moyang mereka. Peraturan dari leluhur dijadikan pedoman
yang utama dalam berkehidupan sehari-hari, masyarakat juga harus bisa menjaga
tradisi yang telah diturunkan oleh nenek moyang kepada mereka agar menjadi
pandangan dasar hidup mereka. Inilah yang menyebabkan rata-rata orang yang
beraliran Konfusius lebih bersifat Statis dari pada dinamis. Statis disini
adalah tetap mempertahankan budaya peninggalan nenek moyang mereka dan selalu
memandang kearah belakang bukan memandang kearah depan dalam menata kehidupan.
Konfusius juga telah berhasil mengumpulkan beberapa kasusastran Cina Kuno
yang disusun menjadi 4 Jilid:
A.
Buku Tentang Sejarah
B.
Buku tantang Syair-syair
C.
Buku tentang aturan upacara-upacara yang merupakan ceminan dari kode etika
bagi masyarakat Tionghoa.
D.
Buku tantang Metamorfosa.
Sedangkan buku yang kelima adalah hasil dari
pujangga yang bernama Lu yang berisi tentang Sejarah Lu. Kelima buku ini
dianggap suci oleh orang Tiongkok dan menjadi dasar pendidikan di Cina secara
keseluruhan bahkan sampai saat ini.
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pendidikan Cina Klasik khususnya Dinasti Han
mengalami perkembangan yang sangat baik. Dimana banyak lembaga-lembaga sekolah
didirikan oleh para bangsawan Cina untuk menyekolahkan anak mereka. Dalam
kepercayaan Cina, mereka percaya bahwa ilmu adalah susuatu yang sangat suci dan
berasal dari Tuhan. Para guru membawa ilmu dari Tuhan untuk mengajak masyarakat
agar kembali kejalan yang benar, dan dengan pendidikanlah ilmu tersebut bisa
tersampaikan kepada masyarakat.
Namun sayangnya pendidikan yang semaju itu,
hanya bisa dirasakan oleh kaum bangsawan. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa
Cina pada zaman klasik masim dalam bentuk kekaisaran, sehingga tidak
memungkinkan golongan kelas bawah untuk mendapatkan pendidikan. Mata pelajaran
yang diajarkan pun masih berisfat sederhana. Untuk jenjang terandah sendiri
mata pelajaran hanya berupa ilmu-ilmu praktis dalam kehidupan sehari-hari dan
juga tata etika dalam berkehidupan sehari-hari. Untuk jenjang selanjutnya
pendidikan sekolah akan diajarkan menulis, membaca dan memnghitung serta
menari. Untuk jejang yang lebih tinggi lagi akan ada ujian kelulusan disetiap 3
tahun sekali untuk menentukan apakah peserta didik berkompeten atau tidak. Tidak
ketinggalan pula jaga Sekolah Kepegawaian yang diperuntukkan bagi siswa yang
tetap ingin melanjutkan pendidikan dan memperoleh perkerjaan dan jabatan yang
layak.
Dalam ajaran Tiongkok, masyarakat Tiongkok
sangat percaya bahwa, guru adalah jelmaan dari para dewa yang membawa pesan
khusuh dari Tuhan agar menuntun manusia kearah yang benar. Sebegitu petingnya
pendidikan bagi orang Cina hingga orang Cina menaru pendidikan diatas
segalanya. Dalam ajaran Lao Tze aliran ini menjadi pondasi masyarakat Tiongkok
untuk menjaga kesejahteraan dama bersosial dan ber etika yang baik terhadap
sesama, mengerjakan tugas dengan baik dan menjunjung tinggi orang tua serta
guru yang penah mengajar mereka. Dalam kepercayaan Konfusius lebih ditekankan
lagi dalam aturan ber etika dan bertata krama. Dalam ajaran Konfusius menekankan
untuk selalu menjaga budaya peinggalan nenek moyang dan menaati aturan yang
telah dibuat oleh nenek moyang mereka. Aturan-aturan yang dibuat ini adalah
aturan untuk mejaga kestabilan ketentraman bermasyarakat dalam hidup.
Konsufiusnisme juga menjadi dasar pandangan pendidikan di Cina sampai sekarang,
dari Kita Kong Fu Che sendiri banyak wejangan-wejangan yang bisa dipelajari
oleh anak muda pada zaman klasik tersebut.
Karakteristik Penddidikan Cina juga memiliki
budaya dan keunikan tersendiri. Dimana Pendidikan di Cina mengawali pendidikan
yang lebih maju dibandingkan dengan daerah asia timur lainnya. Pendidikan Cina
juga berkembang dengan mandiri tanpa ada unsur-unsur asing yang menjadi
pembentuk budaya pendidikannya, sehingga pendidikan sistem Cina bisa dikatakan
Original dari orang Cina sendiri. Dalam hal ini butuh ribuan tahun para
masyarakat Tiongkok untuk memyesuikan perubahan pendidikan dari zaman ke zaman,
hingga terbentuklah sistem pendidikan yang berbasis Konfusiusnisme dan juga
kepercayaan Lao Tze.
3.2. Saran
Kami selaku Kelompok menyadari jika makalah
ini jauh dari kata sempurna. Kedepannya kami selaku anggota kelompok akan lebih
teliti dan detail dalam menjalankan tugas makalah yang kami buat, dengan
sumber-sumber yang lebih banyak dan bisa tentunya dapat dipertanggung jawabkan.
Kami mengharap komentar dari para Pembaca
yang berisi Kritik atau Saranterhadap penulisan makalah yang kami buat. Kami
akan meperbaiki penulisan makalah kami yang jauh dari kata sempurna.
Terimakasih atas para pembaca yang berkenan membaca tulisan makalah yang kami
buat. Untuk yang terakhir kami akan menyajikan tentang Daftar Pustaka, Daftar
Pustaka Ini berisi tentang Pengambilan sumber-sumber makalah yang kami buat.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Tan G. Melly. 2008. Etnis Tionghua dan Pendidikan.
2.
Djumhur. 1974. Sejarah Pendidikan.
3.
Lan. Joe Neo, tanpa tahun. Tiongkok Sepanjang Abad.
4.
Kumalasari, Dyah, 2008. ‘Diktat Pendidikan Sejarah I’. Hlm. 26-28.
Komentar
Posting Komentar